Aku masih tak habis pikir.
Bagaimana bisa manusia sesederhana dirimu memikatku berulang kali? Menjadi tempat kembali yang tak bisa kutinggalkan setelah berulang kali aku mencoba. Lagi dan lagi. Aku selalu semakin terpikat setelah berusaha pergi darimu dan gagal melakukannya.
Senyum yang seringkali melekat di bibirmu itu bukan hal paling indah yang pernah kusaksikan. Nada-nada yang kau ucap dengan sebegitu merdunya juga bukan hal yang paling menenangkanku. Apalagi genggam tanganmu yang tak pernah kurasakan.
Tentu. Aku tak mau selalu terjebak di bola matamu,di antara matahari tenggelam dan lautan, di antara teh manis dingin yang tak pernah kau habiskan. Juga di antara obrolan-obrolanmu yang tak melibatkan aku.
Aku mendambamu.
selalu.
-awang pramudya
Komentar
Posting Komentar